Gangguan Kesehatan Mental Remaja Yang Berujung Pada Bunuh Diri
- Data-driven Storytelling UMN
- Dec 27, 2024
- 4 min read

“Orang yang memiliki gangguan kesehatan mental itu orang-orang yang sudah tidak tahu mau ngapain atau aktivitasnya terbengkalai, tidak ada tujuan itu sudah menandakan kesehatan mentalnya terganggu,” kata Hadyan Dhiotandi selaku salah satu psikolog di Universitas Unika Atmajaya. Penyebab utama dari gangguan tersebut bisa berupa sulit tidur, mogok makan hingga menjauh dari sosial. Pada tahun tahun 2023, kesehatan mental remaja di Indonesia dihitung naik sekitar 200 persen, bahkan dalam 12 bulan terakhir banyak yang berujung pada bunuh diri.
Berdasarkan informasi dari Hadyan Dhiotandi, percobaan bunuh diri dan bunuh diri awal mulanya dapat disebabkan oleh stress yang berlebih dan berakhir pada depresi. Bila sudah sampai depresi, harus segera ditangani dengan konseling atau dengan adanya bantuan psikiater yaitu pemberian obat-obatan. Ada juga penyebab lain dari adanya bunuh diri yaitu untuk menghilangkan rasa sakit (mental) yang dirasakan saat ini. Para remaja yang melakukan percobaan bunuh diri hanya ingin merasakan sensasi dari sakit yang dihasilkan untuk menghilangkan sakit pada mentalnya. Selain itu, penyebab utama dari gangguan mental yaitu keluarga.
Dari jangkauan usia 13 sampai 26 tahun, remaja SMA menjadi yang paling banyak melakukan percobaan bunuh diri. Hal ini bisa terjadi karena menurut pendapat Hadyan Dhiotandi, para remaja masih mencari jati dirinya masing-masing. Selain itu, terdapat juga tekanan dari orang tua, pertemanan, pendidikan, dan lain sebagainya. Tidak hanya tekanan, terkadang para remaja juga bisa ikut terseret dari pergaulan yang mereka punya. Trauma dari masa kecil dan permasalahan yang menumpuk juga termasuk hal yang dapat menyebabkan keinginan untuk merasakan sakit dari percobaan bunuh diri tersebut, bahkan sampai bunuh diri karena tidak memiliki kekuatan menghadapi semua hal yang terjadi.
Psikolog Juliawaty Budiman mengungkapkan bahwa rentang usia rawan bunuh diri yaitu dari remaja 12 tahun sampai dewasa muda yang berusia 30-40 tahun. Ia menjelaskan mengenai teori joiner yang menyebutkan bahwa orang memiliki rasa tidak dibutuhkan, merasa dirinya beban, dan merasa sendiri. Selain itu, rasa putus asa dan rasa sakit secara mental dapat mempengaruhi. Hal itu merupakan faktor lain dari penyebab mengapa dalam rentang usia 12 dan 30-40 tahun memiliki rasa keinginan bunuh diri tinggi.

Kami telah melakukan pengumpulan data dari pihak berwenang mengenai data bunuh diri yang telah terjadi dalam satu tahun ini. Berdasarkan data yang kami dapat dari Polres Tangerang Selatan, Sepanjang tahun 2024 telah terjadi 25 kasus bunuh diri di Tangerang Selatan. Dari hasil analisis, kami melihat bahwa kasus bunuh diri terbanyak ada di bulan November sebanyak 9 kasus. Kasus bunuh diri ini banyak terjadi di wilayah Ciputat Timur dengan 8 kasus dan sebanyak 14 kasus ini banyak ditemukan dengan alasan gantung diri. Selain itu, rata-rata usia korban bunuh diri adalah 40 Tahun.
Melalui analisa yang telah kami lakukan, wilayah Ciputat Timur adalah wilayah tertinggi dengan kasus bunuh diri dan wilayah kedua adalah Serpong. Dari informasi yang kami dapatkan, Serpong merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak tempat hiburan. Akan tetapi, dari data yang kami dapatkan angka bunuh dirinya tertinggi kedua dengan 7 kasus bunuh diri.
Total keseluruhan korban bunuh diri ada 25 korban dan penyebab kematian ada Tenggelam, Bunuh diri, dan Gantung diri. Kasus pertama yaitu kasus gantung diri dengan angka terbesar di 56% dari 25 korban. Kemudian untuk kasus kedua ada bunuh diri dengan angka sebesar 24% dari 25 korban. Kasus yang terakhir ada kasus tenggelam dengan kasus yang jarang terjadi dengan angka 20% dari 25 korban. Jadi kasus gantung diri paling banyak ditemukan di wilayah Tangerang Selatan.
Percobaan bunuh diri dan self harm merupakan dua hal yang berbeda. Menurut Psikolog Juliawaty Budiman, self harm adalah upaya untuk mendistraksi rasa sakit yang mereka alami dengan menyakiti diri sendiri dan dapat berdampak pada percobaan bunuh diri bila sudah berkelanjutan. Akan tetapi, percobaan bunuh diri sendiri adalah sampak perilaku yang salah dari adanya self harm tersebut. Dari kedua hal tersebut, dampak yang dihasilkan adalah bunuh diri. Bunuh diri sendiri dapat berdampak pada lingkungan luar, terutama keluarganya.
Untuk menangani kasus tersebut kita dapat membangun empati dan simpati yang lebih luas mengenai membangun perhatian terhadap sesama melalui tindakan maupun hanya sekedar mendengar permasalahan. Biasanya orang-orang yang mengalami kesehatan mental dan memiliki potensi self harm membutuhkan validasi dari seseorang untuk membuat pikiran dalam diri menjadi lebih baik dan teratur. Selain itu, Mereka yang sudah melakukan self-harm atau percobaan bunuh diri membutuhkan perhatian lebih dari masyarakat karena faktor lingkungan terdekatlah yang paling dapat mempengaruhi kondisi mental dan pengambilan keputusan.
Jika menemukan kerabat atau teman yang memiliki salah satu dari tanda-tanda kesehatan mental yang kurang baik, kita dapat membantu mereka dengan mendengarkan cerita mereka. Mereka pasti akan sungkan untuk pergi ke psikolog ataupun psikiater, tetapi dengan mendengarkan cerita mereka, kita juga bisa sedikit mendorong mereka untuk pergi konsultasi ke para ahli. Walaupun tidak semua kasus bisa disembuhkan dengan konsultasi dengan psikolog, jika terlalu parah psikolog akan mengarahkan kepada psikiater untuk diberikan obat. Setelah itu, baru bisa mendapatkan konsultasi dengan psikolog.
Mari Berbincang :
Artikel ini merupakan tugas Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah Data Driven Storytelling. Mata kuliah ini diampu oleh Utami Diah Kusumawati, M.A. dan Ingki Rinaldy, M.A. serta asisten lab Chatarina Ivanka, Ignatia Sarasvati, dan Tiara Febriani.
Penulis :
Andrew Chandra Putra (00000093035)
Irene Elvira (00000077136)
Valerie Onassis Halim (00000082165)
Jamie Crhristoper Tan (00000090157)
Alban Asgra Raditya (00000105761)




Comments