Jangan Biarkan Alkohol Merampas Kendali di Jalan Raya
- Data-driven Storytelling UMN
- Dec 16, 2024
- 5 min read

UMN - Kecelakaan terjadi di kawasan Gading Serpong di depan Summarecon Mall Serpong pada Rabu, (18/9/2024) dini hari. Kecelakaan maut tersebut melibatkan adanya kandungan alkohol yang melebihi batas sewajarnya menurut pihak Polsek Kelapa Dua. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa satu orang, yaitu pengemudi dari Mitsubishi Pajero yang terdapat di dalam foto.
Menurut keterangan pihak Polsek Kelapa Dua menyatakan bahwa pengemudi sedang berkendara dari arah JHL Hotel menuju ke arah SMS dengan kecepatan tinggi. Namun, karena pengemudi tersebut sedang dalam pengaruh alkohol ketika berkendara, sang pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan mengakibatkan kendaraannya terjungkir sebanyak dua kali. Mobil Pajero tersebut akhirnya berhenti di depan Summarecon Mall Serpong yang kemudian diselidiki oleh pihak Polsek Kelapa Dua.
Kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya pengaruh alkohol seringkali dijumpai di Gading Serpong, Tangerang Selatan. Berdasarkan data 2024 dari pihak Polsek Kelapa Dua, sebanyak 10 dari 66 kecelakaan non-fatal atau tidak mengakibatkan kematian yang terjadi di kawasan Gading Serpong diakibatkan oleh adanya pengaruh alkohol, baik itu mabuk atau hanya terpengaruh oleh alkohol.
Dalam kurun waktu tahun 2024, telah terjadi sebanyak 66 kecelakaan di kawasan Gading Serpong. Menurut data yang didapatkan dari Polsek Kelapa Dua, 10 dari kecelakaan tersebut diakibatkan oleh adanya pengaruh alkohol.

Menurut data yang disediakan oleh pihak Polsek Kelapa Dua, alkohol masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan tertinggi yang terjadi di kawasan Gading Serpong. Hal tersebut diakibatkan oleh banyaknya tempat berjualan alkohol di seputar Gading Serpong. Walaupun penyebab utama kecelakaan di kawasan Gading Serpong adalah out of control, alkohol juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan peringkat tertinggi ketiga dalam kurun waktu 2024.
Secara spesifik, out of control adalah kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya distraksi seperti penggunaan gawai saat berkendara, berbincang dengan penumpang, atau bentuk distraksi lainnya. Ada juga data kecelakaan tanpa deskripsi yang menjadi urutan kedua tertinggi dalam data analisis yang diberikan oleh pihak Polsek Kelapa Dua.
Data tersebut menunjukkan bahwa salah satu faktor penyebab kecelakaan yang terjadi di kawasan Gading Serpong, disebabkan oleh pengendara yang hilang kendali saat mengemudikan kendaraannya di jalan. Faktor terjadinya kehilangan kendali dalam berkendara, disebabkan tidak hanya di bawah pengaruh minuman alkohol, tetapi juga disebabkan oleh pengendara yang mengantuk atau terdistraksi ketika berkendara.
WARGA MASIH MERASA TIDAK AMAN KETIKA BERKENDARA DI GADING SERPONG
Kami telah mewawancarai beberapa warga setempat yang juga berkendara di Gading Serpong setiap harinya. Salah satu warga yang kami wawancara adalah Kevin, seorang warga yang sudah tinggal di kawasan tersebut selama 10 tahun. Ia merupakan seorang saksi mata akan sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh alkohol beberapa tahun silam. Ia menyaksikan sebuah mobil yang keluar dari sebuah club malam di Gading Serpong dan menyetir di sisi jalan yang salah dengan kecepatan yang tinggi. Mobil tersebut kemudian menghantam sebuah motor yang mengakibatkan hilangnya nyawa kedua pengendara motor tersebut.
Tidak hanya Kevin, Dessy juga merupakan salah satu pengendara di Gading Serpong yang setiap harinya berkendara dari rumahnya ke kampusnya di Universitas Multimedia Nusantara.
“Aku biasanya takut sih, ga usah nyetir aja udah takut. Banyak orang yang nyetirnya ugal-ugalan. Tadi aja aku naik Grab, masnya juga ngebut, udah gitu bilang "mumpung kosong mbak." Belum lagi yang di IGnya Gading Serpong Update tuh, banyak banget kecelakaan, jadi tambah takut," Ucap Dessy.
Banyak warga sekitar masih merasa tidak aman ketika berkendara di daerah Gading Serpong karena banyaknya orang yang berkendara dengan kecepatan yang tinggi dan juga terpengaruh oleh alkohol.
LOKASI PALING RAWAN KECELAKAAN DI GADING SERPONG
Kecelakaan terjadi di kawasan Gading Serpong di Jalan Boulevard Gading Serpong pada Jumat, (29/11/2024) dini hari. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil yang naik ke median jalan dan menabrak sebuah tiang spandung di depan Ruko 1A. Kecelakaan serupa juga sering terjadi di beberapa lokasi lain di sekitar wilayah Gading Serpong.
Kecelakaan yang terjadi di seputar wilayah Gading Serpong seringkali terjadi di daerah Jalan Boulevard Gading Serpong. Jalan tersebut merupakan jalanan dengan empat jalur pada tiap sisinya yang mengakibatkan banyak orang untuk mengebut. Lalu, lokasi tersebut juga memiliki lebih dari tiga persimpangan yang tidak diregulasikan oleh adanya sebuah lampu lalu lintas, sehingga kendaraan dari beberapa arah bisa dengan seenaknya memotong jalan dan mengakibatkan adanya kecelakaan.


Data di atas telah disediakan oleh pihak Polsek Kelapa Dua dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada Senin, (25/11/24). Namun, data yang disediakan merupakan data dari semua kecelakaan non fatal yang terjadi di kawasan Gading Serpong dari periode Januari hingga November 2024. Oleh karena itu, reporter kami sudah menghubungi pihak Polres Tangerang Selatan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.
Kami sudah mencoba menghubungi pihak Polres Tangerang Selatan dengan mengontak mereka melalui WhatsApp dan juga mendatangi kantor mereka secara langsung. Namun, Polres Tangerang Selatan tidak memberikan data kepada pihak reporter kami.
GADING SERPONG MENJADI BAHAYA DI SAAT MALAM HARI
Evy Elysa, Kepala Unit Lantas Polsek Kelapa Dua mengatakan bahwa jalanan di Gading Serpong seringkali melihat kecelakaan setelah pukul 12 malam hingga jam 5 dini hari. Ia mengatakan bahwa terdapat banyak alasan mengapa jam tersebut merupakan jam yang rawan terjadinya kecelakaan seperti balap liar, pengemudi yang terpengaruh alkohol, mengantuk, dan lain-lain. Lantas, apa yang sebenarnya dilakukan oleh pihak kepolisian di daerah Gading Serpong demi mengurangi tingkat kecelakaan?
LANGKAH PENANGANAN DAN UPAYA PENCEGAHAN
Pasal 311 UU LLAJ mengatur tentang sanksi bagi pengemudi yang sengaja mengemudikan kendaraan dengan cara yang membahayakan nyawa atau barang.
Pasal 311 UU LLAJ ayat (1)
Apabila ditemukan pengemudi yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara yang membahayakan nyawa atau barang dapat dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
Pasal 311 UU LLAJ ayat (2)
Jika perbuatan tersebut mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan atau barang, pelaku dapat dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000,00 (empat juta rupiah).
Pasal 311 UU LLAJ ayat (3)
Jika perbuatan tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan/barang, pelaku dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Rp 8.000.000,00 (delapan juta rupiah).
Pasal 311 UU LLAJ ayat (4)
Jika mengendarai kendaraan dibawah pengaruh alkohol dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat, pelaku dapat dipidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
Pasal 311 UU LLAJ ayat (5)
Jika perbuatan tersebut menyebabkan orang lain meninggal dunia, pelaku dapat dipidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).
Tidak hanya tindakan represif saja, pihak kepolisian juga selalu melaksanakan tindakan preventif seperti penertiban peredaran minuman beralkohol ilegal yang dilakukan pihak berwenang. Kami juga sudah melakukan riset dan wawancara dengan pihak kepolisian setempat.
“Jam rawan polisi adalah di atas jam 12 malam, kalo siang kami pihak kepolisian melakukan patroli, tidak di satu titik dan juga kami memiliki program bernama cipta kondisi setiap malam, yang piket keluar semua. Untuk menindaklanjuti pelanggaran lalu lintas dan kejahatan malam, ga cuman di jalan jalan besar kami juga masuk ke dalam gang-gang,” ucap Evy Elysa, Kepala Unit Lantas Polsek Kelapa Dua.
Melihat banyaknya kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya pengaruh alkohol, masyarakat Gading Serpong dan juga pengendara di Indonesia perlu memastikan bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh alkohol. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit juga bisa berpengaruh kepada kemampuan dalam berpikir, terutama berkendara. Jika Anda ingin menikmati alkohol dan harus pergi ke tempat lain, gunakanlah sarana umum atau ajaklah seseorang yang bisa dijadikan seorang supir yang tidak akan mengonsumsi alkohol demi menjamin keselamatan Anda dan juga orang di sekitar Anda.
Penulis Artikel : Howard Sebastian Delvine, Maximized William Widjaja, Denia Eryza
Reporter: Howard Sebastian Delvine, Maximized William Widjaja, Denia Eryza
Fotografer: Howard Sebastian Delvine
Analisis Data: Maximized William Widjaja, Denia Eryza
Visualisasi Data: Howard Sebastian Delvine
Riset: Nathanael Clarence Sariono, Benedict Ivan Natalino
Artikel ini merupakan tugas Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah Data Driven Storytelling. Mata kuliah ini diampu oleh Utami Diah Kusumawati, M.A. dan Ingki Rinaldy, M.A. serta asisten lab Chatarina Ivanka, Ignatia Sarasvati, dan Tiara Febriani.




Comments